cerita mesum

Pertualangan Ujang Tentang Seorang Ibu Muda

Banyak fikiran ngeres di otak datang setiap malam. Dari mulai hasrat lihat keindahan badan telanjangnya, mengelus paha mulus nya, meremas toketnya, menginginkan lihat bentuk serta menjilati memeknya, s/d hasrat bercumbu serta bercinta diatas kasur, yang lalu selesai dengan menumpahkan sperma di memek wanita itu.

Namaku Ujang bertahun – th. saya berjualan es keliling melalui perumahan itu, saya tidak sempat rasakan gairah dengan penghuninya sampai saya berjumpa ibu muda itu waktu ia beli es padaku.

Badannya cukup indah didukung dengan paha putih mulus serta menurutku ia juga cukup cantik dengan tanktop and hotpants yang ia gunakan. Mulai sejak waktu itu fikiran ngeres itu datang, bahkan juga saat ini bila saya ngocok kontol, wanita itu-lah yang jadi bahan fantasi. Lebih hilang ingatan dari itu bila saya ngentot PSK yang ku sewa, saya memikirkan ibu muda itu tengah melayaniku.

Narasi Bokep – Pertualangan Ujang Mengenai Seseorang Ibu Muda – Ide mengerjakan wanita itu keluar waktu saya menolong pekerjaan rekanku Badri memisah koran sisa, maklum untuk hidup di Jakarta hasil berjualan es saja kurang. Hal tersebut saat berlangsung saya temukan iklan mencari tukang kebun di harian surat berita lokal dengan alamat tempat tinggal tempat wanita itu tinggal.

Baca Juga: Cerita Mesum – ML Dengan Cewek Nakal

Memanglah iklan itu telah diterbitkan 3 hari waktu lalu mujur waktu saya melalui ke tempat tinggal itu belum juga kutemui orang sebagai tukang kebun Pada pukul 4 sore dengan tampilan yang agak dekil serta bau dan tampang memelas saya pergi ke tempat tinggal itu karna saya tahu ia gampang kasihan. Hari itu ia tampak begitu cantik dengandaster merah bertali dengan rok di atas lutut serta terbuka di daerah dada.

Ia ajukan pertanyaan ” memang ayah mampu bekerja? nama ayah siapa? “, jawabku ” nama saya Ujang, iya ayah masih tetap kuat kerja kok nak… cuma saja ayah saat ini belum juga makan, ayah bisa minta makan? ” Sesudah berfikir sesaat ia mempersilahkanku masuk, lalu mempersilahkanku untuk duduk ” tapi ayah miliki tempat tinggal di mana? ” tanyanya.

” Tempat tinggal Ayah di Sulawesi, Ayah ke sini mencari kerja, tapi yang ada jadi gak dapat pulang sekali lagi ke Sulawesi, ayah gak miliki istri serta anak, karna semasa muda ayah di habiskan dengan merantau ke mana mana, ayah sukai jalan sesuka hati kemana saja, tapi ya beginilah nak, nyatanya ayah tua dijalan, usia semakin hari semakin tambah, fisik ayah makin menyusut.

Ayah terasa telah waktu nya ayah mencari pekerjaan yang tinggal, maaf bila oleh bermakna ayah mesti bermalam dirumah ini bila anak mengijinkan (kepalaku tertunduk) “. ” Aq tidak berani ambillah ketentuan pak, nanti aq mesti bertanya suamiku dahulu ya jawabku, sesaat ayah malam hari ini tinggal saja di sini, nanti aq ambilkan handuk, serta perlengkapan mandi untuk ayah.

” Lalu ia membawa perlengkapan mandi serta baju sisa suaminya ” Pak ujang, ini pakaiannya ya ditukar, bila ingin dicukur jangut ma kumis pak ujang ini pisau cukurnya ya ” tuturnya sembari membawa baju serta pisau cukur, saya tersenyum melihanya serta ambil baju serta pisau cukur itu dengan enggan.

ia ajukan pertanyaan ” mengapa pak? kok tersenyum? ada yg lucu yaaq sambut dengan juga tersenyum “. ” Gak kok, ayah telah lama gak terima kebaikkan begini… “, ” ohhhh janganlah demikian pak, aq telah umum jadi kebiasaan melayanin suami begini, jadi aq tau kepentingan laki² seperti apa ” jawabnya singkat. Sesudah saya bersihkan diri serta pergi ke ruangan makan, ia tersenyum serta ajukan pertanyaan.

” janggutnya sudah tak ada sekali lagi, tapi kok kumisnya masih tetap ada sich pak? ” ” ayah gak yakin diri bila tak ada kumis ini nak ” jawabku, ia mempersilahkanku makan, ” mari pak, makan dahulu ya, yang kenyang ya ” senyumnya. Saya mulai menyendok nasi serta gulai lalu duduk dilantai, dengan argumen tidak ingin semeja dengannya saya duduk di lantai sembari nikmati paha mulusnya yang di balut rok merah yang diatas lutut.

Sambil makan kami asik bercerita mengenai riwayat hidupku, ketika ia baru tersadar dan malu saat melihat sorot mataku ke bawah meja, ia merapatkan kakinya, aku berlagak terlihat malu untuk menghilangkan kecurigaan, untung suasana terasa mencair dan akrab karena aku pandai membuatnya tertawa saat kami saling bicara di meja makan walaupun makan telah usai, dari pembicaraan itu aku tahu namanya Vivi dan ia sudah menikah selama kurang lebih dua tahun tapi sayang belum punya anak.

“Jam menunjukkan pukul 10 malam, ga terasa ya pak ujang sekarang dah malam, aq mau tdur, kamar bapak dibelakang ya pak…” dan kemudian kami tidur di kamar kami masing-masing, saat tidur aku membayangkan tubuh majikanku yang molek itu, besoknya saat makan pagi ia perkenalkan suaminya. Suaminya tampak tidak perduli dan langsung pergi keluar rumah, dari perilakunya aku tahu suaminya sudah lama tidak menyentuhnya dan aku sangat senang karena tidak ada yang menggangguku menikmati tubuh majikanku.

Besoknya sambil kami mulai membersihkan rumah, aku mulai membersihkan dan merapikan tanaman, memberikan pupuk dan menebang dahan yang lapuk sementara Bu Vivi membersihkan rumah kadang-kadang kami bercanda sambil melakukan pekerjaan. Setiap ada kesempatan aku melirik Bu Vivi yang tampak seksi dengan celana pendek sepangkal paha dan tanktop bermotif bendera amerika yang menunjukkan keindahan payudaranya yang putih dan montok.

Sesudah sebagian lama, ia masuk tempat tinggal serta tidak selekasnya kembali. Sebagian waktu lalu saya pergi ke kamar mandi, waktu itu saya temukan baju yang baru saja digunakan Bu Vivi. Penasaran dengan apa yang dikerjakan ia, saya selekasnya pergi ke kamarnya. Siang itu, Bu Vivi tengah tertidur di kamarnya dengan pintu terbuka, ia cuma menggunakan handuk warna putih.

Handuk yang ia gunakan tidak dapat tutup lekukan badannya yang seksi, rambutnya yang agak pirang indah tergerai di sofa serta pahanya yang putih terlihat indah terpampang. Saya sejak dari barusan memerhatikan badan majikanku yang indah itu. Selekasnya kudekati sampai terdengar desahan nafasnya terdengar halus.

Akupun selalu mendekat serta coba menyentuh tanganku ke gundukan dada montok punya Bu Vivi. Dengan hati-hati tanganku juga mulai meraba dengan lembut berulang-kali. Bu Vivi tidak terbangun, kelihatannya majikanku yang cantik ini begitu letih sekali karena bersihkan tempat tinggal dari pagi.

Karna ketahui keadaan itu, dada montok itu selalu saja kuraba halus berkali-kali, bahkan juga kadang-kadang kuremas-remas hingga puting payudara Bu Vivi menonjol mengeras. Kelihatannya keinginan seksualnya mulai naik. Tapi tetaplah saja matanya masih tetap terpejam. Tanganku tidak berhenti hingga di situ, lantas dengan perlahan-lahan buka sedikit ke bawah handuk yang menutupi payudara Bu Vivi, hingga terpampanglah dua bukit kembar yang putih menantang.

karena sangat putihnya menghadirkan warna kebiruan pembuluh darah Bu Vivi. Dengan puting areola yang berwarna merah jambu yang menonjol sinyal rangsangan birahinya sudah naik. Mungkin saja sekarang ini Bu Vivi tengah punya mimpi. Makin lama jilatan beralih jadi hisapan serta nafas Bu Vivi telah tidak teratur sekali lagi. Desahan mulai terdengar hhhh… emmmm… hhhhh… ssssshh…. hhhmmmm. Tanganku melanjutkan gerilyaannya hingga ke pusar Bu Vivi.

Dibawah pusarnya terlihat panorama indah menarik, bulu jembut halus terlukis indah diatas nya. Bibir memek yang berwarna merah jambu tampak seksi dengan benjolan klitoris (itil) nya.. segera saja bibir memek itu kujilati serta benjolan itilnya kusentuh serta kutekan tekan.

Desahan kesenangan Bu Vivi terdengar sekali lagi… uhhhhhhh… uhhh…… Muka cantik itu tampak sayu, mata yang masih tetap saja terpejam seolah tengah punya mimpi selalu keluarkan desahan kepedasan serupa rintihan… Satu jariku lantas coba menerobos liang memek si majikanku yang seksi ini… kutusuk dengan perlahan lantas di keluarkan sekali lagi lantas kumasukkan sekali lagi selalu berkali-kali… hingga bibir memek itu makin lebar terbuka.

Basah pada bibir memeknya sinyal rangsangan birahi sudah terbakar jauh. Tusukan jemari ditambah hisapan pada itil majikanku yang seksi ini, makin membakar birahinya. Ke-2 kaki Bu Vivi menegang serta seolah menjepit kepalaku. Nyatanya Bu Vivi sudah tiba klimaks orgasmenya yang lama dia belum juga sempat rasakan serta buat lemas semua sendinya.

Lantas baju Bu Vivi kurapikan kembali, serta saya pergi ke kamar mandi untuk memenuntaskan keinginanku dengan celana dalam Bu Vivi. Kemudian saya meneruskan pekerjaanku di kebun. Lampu Mati Nyatanya dewa keberuntungan masih tetap bersamaku, terlihat Ibu Vivi membiarkan apa yang kulakukan serta lampu di kompleks perumahan itu mati pada pukul 6 sore.

Ia terlihat begitu seksi dengan daster pink dengan motif buah cherry yang terbuka di belahan dada serta rok di atas lutut, memanglah majikanku begitu cuek dalam kenakan pakaian. ” Pakk ujannhgg ” panggil Bu Vivi, ” pak tolong idupin lampu emergency ya “, ” iya nak ” jawabku, karna lampu emergency tidak juga menyala, ” napa sich pak, kok belum juga idup ” Bertanya Bu Vivi ” gak tau juga ya nak.. ” jawab pak ujang.

Nyatanya lampu itu belum juga sempat dicas karna memanglah tidak sempat mati lampu. Pada akhirnya Bu Vivi mengambil keputusan penerangan memakai lilin. saya duduk di lantai, sesaat ia duduk di sofa, kami juga mengobrol mengenai beberapa hal. Waktu Ia tertawa seringkali lupa tutup pahanya yang mulus itu serta membuatku semakin gelisah. Dalam hatiku saya terasa ia berniat memancingku, untuk sesaat saya menahan diri dahulu menanti peluang.

” pak ujang janganlah panggil nak, panggil aq cinta ya pak.. ” ” iya non cinta ” kataku, ” pak ujang, cinta telah ingin tidur, pak ujang ingin tdur? ” tanyanya, ” iya non tidur saja, ayah juga ingin masuk kamar “, lantas kami masuk ke kamar anda. Lampu juga tidak kunjung menyala, waktu itu saya tidak dapat tidur serta pikirkan gagasan selanjutnya.

Hujan mulai turun lebih deras dibarengi petir menyambar, tiba – tiba… Tok tok tok rok tok… Bu Vivi mengetuk pintu kamarku. Tidak berapakah lama saya buka pintu, samar-samar tampak Bu Vivi menggunakan baju tidur warna krem dengan tali tengah memutari pinggulnya.

” maaf pak menganggu, aq takut serta gak dapat tdur pak… pak ujang jagalah aq ya ” kata Bu Vivi penuh berharap, saya tampak bingung, ” mksud non cinta apa ya… ayah telah ngantuk ingin tidur.. ” jawabnya, ” ya telah pak, bila bisa aq tidur di atas ayah tidur di bawah ya… ” jawabnya sekenanya.

Diluar hujan makin deras dengan petir yangz menggelegar, nampaknya ia bangun gara takut bunyi petir itu. Saya mempersilahkan Bu Vivi tidur dikasurku sesaat saya tidur beralaskan tikar di lantai. Sesudah agak lama saya naik ke kasur, Bu Vivi terlihat masih tetap tampak tidur walau nafasnya masih tetap tidak teratur, nampaknya ia berpura-pura tidur.

Memanglah benar perkiraanku bila birahi bu Vivi yang barusan siang kurangsang masih tetap pada puncaknya, selekasnya peluang ini ku ambillah. Saya juga naik ke ranjang, perlahan-lahan baju tidurnya kutarik di bagian kaki hingga pinggul hingga buah pantatnya yang putih serta mulus tampak olehku, tidak lupa celana dalamnya kugunting dibagian memeknya.

Saya melongo lihat memek Bu Vivi yang berwarna merah jambu dengan rambut-rambut halus di sekelilingnya dan aromanya yang buat kontol yang ada didalam celanaku lebih menegang. Lantas Saya mulai menjilati memek Bu Vivi dengan lembut, lidahku menerobos masuk lubang memeknya, selang beberapa saat memeknya mulai merasa basah, tapi ia masih tetap berpura-pura tidur.

Dengan bernafsu saya menguak bibir memek Bu Vivi yang berwarna merah jambu serta lembab. Tubuh majikanku yang seksi ini mengejang hebat waktu lidahku menyodok ke lubang memeknya serta menyapu klitorisnya. Makin lama ibu muda berumur 23 th. ini semakin kesusahan menahan menahan erangannya saat bibirku mengatup serta menyedot-nyedot klitorisnya.

1/2 jam lalu saya mulai menggesek-gesekkan kontolku di belahan memek Bu Vivi itu. Rasa-rasanya enak sekali, licin serta seperti dicucup oleh bibir memeknya. Lama kelamaan belahan memek itu semakin melebar, saat ini saya dapat lihat satu lubang dibagian bawah belahan memek majikanku. Hilang telah akal sehatku, saya betul-betul terangsang hebat! Kontolku rasa-rasanya telah ngilu menahan birahi sejak dari barusan.

Perlahan saya berupaya meletakkan kontolku dimuka memek Bu Vivi. Lantas kutekan bebrapa perlahan sampai 1/2 dari ‘helm baja’ku masuk didalam memek itu. Pelan-pelan saya mengutamakan kontolku ke memek majikanku yang seksi ini, ‘helm’ku telah masuk semuanya. Selang beberapa saat kontolku telah mulai menyodok memeknya, saat ini bukan sekedar hanya ‘helm’nya saja, namun saya pelahan-lahan menghimpit masuk kedalam memeknya.

” Errrghhh…. mmmmm…… ” Kadang-kadang Bu Vivi keluarkan erangan, tapi ia masih tetap berpura-pura tidur dengan badan menyamping di ranjangku. Tidak kupedulikan rasa terpilin, serta agak perih di kulit kontolku. Sempit! Dengan hati-hati saya kembali menghimpit masuk di memeknya. Telah setengahnya masuk.

Memek majikanku makin basah, karna liangnya masih tetap sangat sempit untuk kumasuki. Saya kembali menarik keluar serta berupaya menghimpit kembali kedalam liang. Erangan Bu Vivi yang tertahan terdengar erotis di telingaku, walaupun matanya tertutup tapi ke-2 tangannya meremasi sprei sedang berwajah memerah menahan nafsu.

Sesudah sekian kali berupaya coba, pada akhirnya kontolku berhasil tenggelam semuanya didalam memek Bu Vivi, bahkan juga masih tetap ada sisi di pangkalnya yang masih tetap berada di luar. Tidak dapat masuk sekali lagi dengan kata lain mentok. Saya berdiam sesaat sesudah perjuanganku baru saja, keringatku bercucuran, kuresapi kedutan-kedutan di semua dinding memek ibu muda yang seksi ini.

Bisa kurasakan memeknya yang semakin basah sedang kontolku semakin mengeras serta berdenyut-denyut kencang. 15 menit lalu saya mulai menaik serta memasukkan kontolku, dari raut mukanya Bu Vivi seakan menginginkan merintih serta menjerit nikmat tapi berpura-pura tidur karna melindungi harga dianya.

Dengan perlahan serta lembut kontolku mengawini memeknya, hingga pada akhirnya Bu Vivi menangis perlahan, lalu kuusap air matanya, sembari mengawini Bu Vivi dengan lembut saya menciumnya, ia juga mulai buka mata serta memandang sayu ke mataku.

Waktu ia memandang ke bawah lihat memeknya yang putih tengah sistem dikawini kontolku yang hitam besar, ia takjud lihat ukurannya kontolku, saya rasakan lubang memek Bu Vivi yang masih tetap sempit itu semakin menjepit serta meremas-remas kontolku. Kudorong kontolku sampai menyelinap lebih jauh, Ia juga merintih, ” Pelan² ya pak ” lirih Bu Vivi, ia mulai mengubah tempat jadi terlentang hingga saya lebih leluasa mengawininya.

Saya mulai menarik serta menusuk memeknya dengan agak cepat sembari memberikan pujian pada ” memek non sempit banget, putih sekali lagi, ayah sukai, memek non tebel banget ” pujian itu membuatnya lebih terangsang, ia juga membantuku dengan mengangkat pinggulnya yang gemulai itu menjemput kontolku yang hangat.

Tanpa ada malu ia mendesah-desah kesenangan waktu kutindih dengan mesra, ” pakkk ” desisnya “… cinta ingin dibuahi sama pak ujang…. cinta ingin hamil pak… berikan cinta anak please…. ” Saya melihat Majikanku dengan penuh rasa sayang. Mata kami bertatapan penuh makna, cahaya hangat dari matanya yang sendu seolah bicara ‘aku sayang anda! ‘ Bibirnya 1/2 terbuka, keluarkan erangan-erangan yang menggairahkan.

Kupercepat pergerakanku, kami selalu bertatapan, perasaanku telah tidak bisa dilukiskan sekali lagi! Rasa nikmat, rasa sayang bercampur baur jadi satu. Baru kesempatan ini tatapan mata seseorang wanita seolah menembus semua jantungku! ” Sssshhh….. aaaaaaahhh….. rrrrr…. ” Bu Vivi menggeram hebat.

Badan Bu Vivi mengejang, sebentar memeknya berkontraksi meremas kontolku. Lantas ser, crot crot crot. Kontolku keluarkan laharnya dengan adanya banyak dalam memek Majikanku. Iapun memelukku dengan erat. Ke-2 kakinya diapitkan dipinggangku. Saya terkulai lemas di atas badannya. Kami orgasme dengan berbarengan.

Kubiarkan kontolku dalam memek Bu Vivi sesaat memeknya berkedut2. Benar-benar begitu nikmat “… nonnn kntol ayah akan tidak ayah cabut ampe pagi ya agar non dapat hamil… ” Dengan tempat kelamin kami menyatu, kami lalu tertidur.

Awal hari saya terbangun saat kurasakan memek Bu Vivi akan dilepaskan dari kontolku, pergerakan Bu Vivi yang menarik memeknya untuk melepas kontolku malah buat kontolku bangun, secara cepat kontolku mengeras.

” A…. kh! ” Bu Vivi terpekik waktu ia kutarik serta kupeluk dengan kuat, selang beberapa saat merasa bau anyir air seni, nyatanya tusukan kontolku buat Bu Vivi tidak dapat sekali lagi menahan kencingnya. ” pak please kelak suamiku tau ” hibanya, ” Telah non Cinta jalan saja ke kamar, kelak ayah anterin “.

tidakmampu mbantah bu Vivi juga menggerakkan pantatnya yang semok serta putih itu serta mulai jalan menuju kamarnya. Tanpa ada menghabiskan waktu kulucuti BH yang digunakan Bu Vivi tersisa baju tidur yang terbuka di punggungnya, dengan selekasnya badan majikanku yang putih mulus ini kurangkul serta dengan selekasnya kontol menghujam memek Bu Vivi.

Sesaat punggungnya yang putih mulus seperti porcelin kukenyoti sampai meninggalkan bilur-bilur warna merah sisa gigitan berwarna kemerahan. ” Aihhhh… eungghhhh…. ” Bu Vivi mengerang dengan mata mendelik, saat suatu hal yang besar, panjang serta hangat mulai menusuk memeknya lewat belakang.

Tubuh majikanku yang seksi ini mengejang saat mengerti memeknya kembali dimasuki kontolku sesaat ia cuma dapat pasrah.

Sampai dalam waktu relatif cepat lalu Bu Vivi rasakan batang kontolku yang jauh semakin besar serta panjang dibanding punya suaminya, sudah bersarang di lubang memeknya sampai menyentuh rahimnya. Tubuh Bu Vivi cuma dapat menggelinjang saat saya mulai menggerakan kontolku dalam jepitan memeknya.

” Mmmfff… enak juga bersebadan sembari berdiri…. nnghhh… oohhh ” Ujarku di belakang Bu Vivi sembari menggerakkan pinggangku maju mundur dengan napas terengah-engah. Tidak kuasa menahan sensasi yang menghimpit dari basic kesadarannya.

Bu Vivi mulai mendesah, terlebih tangan kananku itu saat ini menyelinap ke balik baju tidurnya serta memilin-milin puting susunya yang sensitif sesaat kepalaku dengan ganas mulai menciumi serta menjilati keteknya yang putih bersih.

Saya itu sukai sekali sama ketek majikanku ini, putih bersih serta harum, menaikkan daya tarik badan mulus serta putih majikanku. ” Mari Non Cinta…. ahhhh… … nikmati… ahh…. nikmati…. ” Sembari kumaju mundurkan kontolku yang terjepit lubang memek ibu muda yang kesepian ini.

Bu Vivi pejamkan matanya, nikmati terpaan kesenangan di dalam desakan rasa nikmat serta malu sembari jalan ke kamarnya. Sesampai disana, tampak suaminya tertidur nyenyak.

” Angkat kakimu Non Cinta ” ia juga mengangkat samping kakinya serta menaruhnya diatas meja rias hingga ia berdiri dalam tempat kaki mengangkang samping, akupun selalu saja menggenjot vagina Ibu muda yang kesepian ini sembari mencium serta melumat bibirnya yang seksi itu.

Bu Vivi tidak ingin kalah, Ia juga maju mundur hadapi seranganku sesaat ke-2 payudaranya bergoyang mengikut pergerakan genjotanku. Jeb.., jeb.., jebb..! Kontolku yang besar itu keluar masuk berulang-kali..

Kami telah seolah terbang melayang-layang hingga langit ke-7. Mata kami merem melek, sesaat badanku serta Bu Vivi juga bergetar serta menggelinjang keras serta basah oleh keringat…. suaminya yang berada di depannya telah terlupakan.

Sekitaran 10 menitan saya menggenjot, suatu hal ingin muntah dari kontolku. Jadi makin kupercepat genjotanku. ” Pakk ujannhgg… aaduuhh… aahhh… tidak tahan nih! ” erang Bu Vivi, kurasakan jepitan Bu Vivi semakin ketat berdenyut-denyut pada batang kontolku serta cairan kewanitaan majikankanku yang seksi ini merasa mengguyur batang kontolku yang datang bergelombang.

Lalu ser, crot crot crot, Kontolku keluarkan laharnya dengan adanya banyak dalam memek Bu Vivi. Saya terkulai lemas di atas badan Bu Vivi, kami orgasme dengan berbarengan. Kubiarkan kontolku dalam memek Bu Vivi. Memek Bu Vivi berkedut2, benar-benar begitu nikmat, sesudah kontolku keluar dengan sendirinya dari memek Bu Vivi, saya mencium keningnya.

Saya terbaring lemas, benar-benar begitu nikmat selang beberapa saat saya kembali pada kamarku dengan rasa senang. Sebagian bln. lalu Tidak merasa sudah tiga bln. berlalu mulai sejak hari bersejarah itu, saya serta Bu Vivi senantiasa bercinta apabila ada peluang terlebih Pak Adi seperti telah tidak peduli pada istrinya yang seksi ini.

Satu hari, suaminya alami kecelakaan serta dirawat dirumah sakit. Sampai berapakah hari ini saya tidak bisa lakukan aksinya seperti umum.

Bu Vivi berlaku bebrapa umum saja, jadi relatif sedikit lebih diam. Hari itu ada rekanku tengah ada acara sampai saya ijin ke cuti serta dipenuhi Bu Vivi.

waktu beberapa rekanku mengajak main ke pelacuran, Saya pulang duluan dengan argumen gak enak tubuh maklum rasa memek PSK kalah jauh dengan memek majikanku.

Saat saya pulang Bu Vivi telah pulang serta tengah duduk di ruangan tamu dengan menggunakan rok mini dengan stoking hitam serta kaos ketat biru yang tunjukkan belahan dadanya yang menantang.

Suaminya tidak tampak. ” Loh….. non Cinta, bagaimana pak Adi kemana? Apa ia telah lebih baik? ” ” Belum juga, Pak. ” ” hingga saat ini belum juga dapat pulang juga? ” ” Entahlah….. ” Kebetulan, fikirku. Jadi lebih bebas. ” Butuh dibantu? ” tanyaku. ” Telah kelar kok. Ini saya ingin mandi. Belum juga pernah mandi dari pagi, setelah barusan pagi melindungi ko Adi dirumah sakit. Siangnya kerjaan di rumah telah numpuk.

Pak Ujang yang umumnya bantu Cinta sekali lagi cuti. ” ” Wah… maaf deh non. Janji gak juga akan sekali lagi. Pak Ujang selalu untuk ngebantuin non Cinta. ” ” saat ini bantu Cinta bersihin pelataran. ” ” Janganlah dahulu donk, non. ” ” tuch kan… tuturnya ingin bantu…… ” ” tentu dibantu.

Hanya, Pak Ujang kan belum juga cium Cinta. ” ” Ih…. Cinta belum juga mandi……. Telah bau nih…… dari pagi berjaga dirumah sakit…. ” ” Agar belum juga mandi, Pak Ujang tetaplah sayang Non Cinta. Hanya, Non Cinta sepertinya gak sayang Pak Ujang, deh. ”

” Loh, kok ngomong gitu? ” ” Kan tempo hari Pak Ujang minta Non Cinta janganlah pakai baju bila kita berdua saja. Non Cinta saat ini gunakan baju. Non Cinta gak sayang. ” Bu Vivi cuma menggeleng sembari tersenyum. Basic Pak Ujang nakal. ” Ada yang ingin Cinta berikan pada Pak Ujang terlebih dulu. ”

” Apakah itu, Non? ” Ia mengajak ku ke masuk ke dapur lantas kami duduk di meja makan. ” Cinta ingin narasi mengenai histori keluarga Cinta… ” Jadi, ia nya mulai bercerita histori keluarganya kepadaku. Tiga th. waktu lalu, saat Bu Vivi berusia 20 th., ia berjumpa dengan Pak Adi.

Saat itu, ia kenal dengan Pak Adi dari perkumpulan gereja. Pak Adi adalah jemaat gereja yang aktif, sesudah satu tahun mereka berteman, mereka mengambil keputusan untuk menikah bertepatan dengan waktu ia lulus kuliah. Tetapi sesudah satu tahun menikah serta ketahuan mandul, Pak Adi tidak sempat menyentuh Bu Vivi sekali lagi dengan seksual.

Makin lama, Bu Vivi bingung serta bertanya ini pada Pak Adi. Pada akhirnya Pak Adi mengakui kalau, sesungguhnya ia suka pada lelaki. Nyatanya Pak Adi itu homo. Sesungguhnya Pak Adi sukai lelaki dari waktu ia remaja, tetapi karna lingkungan keluarganya yang agamis melarang serta mencaci homo, jadi Pak Adi berupaya membuat keluarga.

Ia berhasil terkait sex lewat cara memikirkan lelaki, sayang laporan medis itu menghancurkan tekadnya. Ditempat kerjanya, Pak Adi temukan kekasihnya. Seseorang lelaki bernama Andi yang bujangan meskipun umurnya telah empat puluh. Andi ini bekerja jadi akuntan yang bekerja di perusahaan tempat Pak Adi bekerja.

Berikut kenapa ia seringkali pulang malam, atau bahkan juga tidak pulang. Pada akhirnya saya tahu. Lantas Bu Vivi berkata, ” Anda kan ingat, belakangan ini ia semakin tidak sering pulang? ” ” Iya, non. ” ” Nyatanya kekasihnya begitu posesif serta menginginkan mempunyai ko Adi seutuhnya, kecelakaaan tempo hari gara mereka berkelahi di mobil. ”

Saya kaget. Ia tidak menduga ada rahasia gelap dibalik rumah tangga majikannya. ” Ada satu sekali lagi berita baru Pak Ujang ” ” Ada apa Non Cinta? ” ” Cinta hamil. Baru tempo hari Cinta tahu. ” ” Waduh… bagaimana, dong? ”

tanyaku takut tapi di beda pihak saya bangga dapat juga menghamili Bu Vivi. ” tenang, Pak. Baru saja ada berita bila ko Adi telah wafat serta tempat tinggal ini jadi milikku seutuhnya.

Saat ini hanya ada kita berdua saja yang tinggal disini. ” Akupun jadi lega, pertolongan dengan kenalanku dengan gampang saya dapat menutupi keadaan Bu Vivi asal tak ada yang tahu. Banyak yang dibicarakan kami bicarakan, hingga kami lupa lakukan hubungan sex hari itu.

Besok paginya saya meneruskan pekerjaankun bersihkan kebun serta pelataran sesaat Bu Vivi membersihakan tempat tinggal. Meskipun belum juga bercinta dengan Bu Vivi hari itu, Saya terasa di awang-awang. Pada akhirnya hubungan kami bisa dikerjakan dengan leluasa.

Malam itu kami makan di ruangan makan seperti umum, cuma berdua saja. Sesudah makan serta meja telah dibereskan, saya yang telah menahan nafsuku sepanjang hari, selekasnya merangkul Bu Vivi serta mencium bibirnya. Majikanku yang kaget, secara cepat membalasnya.

Kamipun bercumbu diatas ranjang di kamar Bu Vivi, ia tampak begitu cantik dengan bh serta rok pendek transaparan warna pink, ia juga menggunakan stoking jala yang menaikkan seksi kakinya yang putih mulus. Sampai kini Bu Vivi takut bila hamil juga akan buat ia ketahuan selingkuh.

Tapi nyatanya takdir berkehendak beda, sebelumnya ketahuan suaminya telah wafat duluan. Saya yang telah menahan-nahan birahi selama seharian, selekasnya buka baju secara cepat serta membuangnya di lantai.

Bu Vivi tersenyum lihat tindakanku itu. Ia lantas buka celana dalamnya sampai memeknya yang putih serta tidak tipis terpampang indah tanpa ada ganguan. Kami berdiri bertemu. Saya memegang ke-2 tangan majikanku. ” Mulai hari ini, Non Cinta yaitu isteri Pak Ujang, ” kataku, ” kita yaitu suami isteri.

Non Cinta telah memiliki kandungan anak hasil hubungan kita. Pak Ujang janji juga akan senantiasa menyukai Non Cinta hingga selamanya. ” Bu Vivi terdiam. Hatinya berbunga-bunga. Ia tersenyum malu-malu seperti pengantin pada malam pertama.

” Cinta senantiasa menyukai Pak Ujang. Cinta juga akan jadi isteri yang menurut, yang mengasihi Pak Ujang, menjaga Pak Ujang serta memberi apa pun yang Pak Ujang minta. ” Saya lantas menerkam Bu Vivi lantas menyosor bibir Bu Vivi dengan rakus. Kami berciuman sembari berdiri dengan sama-sama berpelukan.

Nada kecipak bibir beradu mengumandang. Agak lama, saya maju perlahan-lahan mendekati ranjang. Bu Vivi ikuti pergerakanku yang mendorongnya ke ranjang. Kami berciuman hingga kami bertindihan di ranjang. Tangan Bu Vivi meremas-remas rambutku.

Sesaat ke-2 tanganku saat ini memegang dagu Bu Vivi dari samping. Ciuman kami basah karna lidah kami sama-sama menari-nari berkejaran serta berbenturan. Saya nikmati cumbuan itu. Lantas saya mulai menjilati semua muka Bu Vivi. Bu Vivi cuma mendesah saat lidahku yang basah menyapu sekujur berwajah dari jidat hingga dagu. Lidahku saat ini menyapu leher Bu Vivi.

Bu Vivi menggelinjang karna perasaan geli bercampur nikmat, terlebih jilatan lidahku itu kadang-kadang dibarengi cupangan-cupangan yang buat lututnya lemas. Ke-2 tangannya tetaplah meremas rambutku. Lidahku saat ini menyusuri dadanya, kujilati belahan dada Bu Vivi yang tertutup beha tidak tebal berwarna pink dengan penampilan putting yang telah menonjol keras.

Dengan rakus kulahap puting kanan Bu Vivi sembari tangan kananku meremas payudara Bu Vivi yang samping kiri. Terasa kurang leluasa jadi beha itu juga kulepas pengaitnya sampai terlihat sepasang payudara montok yang seperti gunung akan meletus.

Nada kecipak bibir beradu mengumandang. Agak lama, saya maju perlahan-lahan mendekati ranjang. Bu Vivi ikuti pergerakanku yang mendorongnya ke ranjang. Kami berciuman hingga kami bertindihan di ranjang. Tangan Bu Vivi meremas-remas rambutku.

Sesaat ke-2 tanganku saat ini memegang dagu Bu Vivi dari samping. Ciuman kami basah karna lidah kami sama-sama menari-nari berkejaran serta berbenturan. Saya nikmati cumbuan itu. Lantas saya mulai menjilati semua muka Bu Vivi. Bu Vivi cuma mendesah saat lidahku yang basah menyapu sekujur berwajah dari jidat hingga dagu. Lidahku saat ini menyapu leher Bu Vivi.

Bu Vivi menggelinjang karna perasaan geli bercampur nikmat, terlebih jilatan lidahku itu kadang-kadang dibarengi cupangan-cupangan yang buat lututnya lemas. Ke-2 tangannya tetaplah meremas rambutku. Lidahku saat ini menyusuri dadanya, kujilati belahan dada Bu Vivi yang tertutup beha tidak tebal berwarna pink dengan penampilan putting yang telah menonjol keras.

Dengan rakus kulahap puting kanan Bu Vivi sembari tangan kananku meremas payudara Bu Vivi yang samping kiri. Terasa kurang leluasa jadi beha itu juga kulepas pengaitnya sampai terlihat sepasang payudara montok yang seperti gunung akan meletus.

Kuelus paha mulus majikanku yang cantik ini dengan pergerakan perlahan-lahan berkali-kali. Sesaat lidahku mulai menjilati sisi bawah perut Bu Vivi hingga pada akhirnya tiba di semak belukar punya Bu Vivi. Saat ini Saya mulai menjilati semua jembut Bu Vivi seperti anjing yang tengah minum.

” Memek Cinta, Pak Ujangg…… jilatin memek Cinta donk……. ” Tidak berapakah lama lalu saya menyelusupkan wajahku di antara ke-2 selangkangannya, mungkin saja ini pertama kali saya mengerjakannya, kujulurkan lidahku di antara belahannya, Bu Vivi membukanya lebar-lebar, kujilati perlahan-lahan permukaan vaginanya, serta kelihatannya ia makin kehilangan kendali, nikmati sensasi yang kuberikan, memeknya mulai basah, saya selalu menjilatinya, seolah menginginkan memberi kesenangan yang menginginkan dicapainya.

” Oooh…… Pak Ujang……….. demikian…… iya…… jilatin selalu memek Cinta……… Ooooooh……. Iya…… yang keras…….. ” Saya mulai merogoh lubang kencing Bu Vivi dengan lidahku. Ada kombinasi bau pesing serta bau badan Bu Vivi di daerah itu. Saya memainkan klitoris Bu Vivi dengan telunjuk kananku sesaat lidahku mengoyok-oyok dinding dalam memek Bu Vivi dengan semangat.

Tidak lama kami berdua keringatan. Memek Bu Vivi sudah basah kuyup karna kombinasi keringat serta cairan kewanitaan. Saya sukai sekali memek Bu Vivi, bagaimana baunya serta rasa-rasanya di lidah menyatu jadi satu bau yang begitu erotis. Bu Vivi mendekap kepalaku lantas mendorongnya sampai semua mulutku singgah di vaginanya.

Saya menjilati dinding memek Bu Vivi dengan buat pergerakan memutar. ” Oooh…… Pak Ujang……….. demikian…… iya…… jilatin selalu memek Cinta……… Ooooooh……. Iya…… yang keras…….. ” Pada akhirnya Bu Vivi telah tidak tahan. Ia juga selama seharian pikirkan peristiwa ini. Peristiwa di mana puncak kesenangan sejati juga akan kami berdua capai.

Hubungan kelamin yaitu puncak hubungan dua orang manusia. Serta kami tengah berupaya meraih puncak itu. Jadi Bu Vivi berkata, ” Telah dahulu, Pak Ujang…. Saat ini masukan kontolmu ke memek Cinta…… gagahi Cinta……. Setubuhi Cinta……… mari, sayang………. Pak Ujang…… Mari menyatu dengan Cinta……. Kita jadi satu tidak ada yang memisahkan kita……… ” Mendengar Bu Vivi bicara sesuai sama itu, birahiku meledak.

Saya selekasnya bangkit lantas membimbing rudalku ke hadapan liang senggama Bu Vivi. Bu Vivi mencapai ujung kontolku lantas meletakkan kepala kontolnya pas di ujung lubang kencing Bu Vivi itu.

” Dorong, Pak Ujang……… masukan kontolmu kedalam memek Cinta……… berikut saat yang anda bebrapa tunggulah…… mari bersenggama dengan Cinta………. Entotin Cinta, Pak Ujang……. Entotin Cinta, Pak Ujang…… gagahi Cinta, Pak Ujang………. Jajah rahim Cinta dengan pasukan spermamu, Pak Ujang…. ” Saya dengan tenaga penuh mendorong pantatnya ke depan.

Dan merta kontolku ambles kedalam liang senggama Bu Vivi yang licin serta sempit itu. ” nikmatnya! ” teriakku. Vagina Bu Vivi yang selalu dirawat empunya itu dengan senam teratur serta jamu jamuan memanglah rapet serta legit, membuatku terasa seperti kontolku dipelintir oleh otot vagina Bu Vivi yang selalu merasa berdenyut buat kontolku main lama semakin tegang dalam gua itu.

Selanjutnya saya buat tempat maju mundur menghentakkan pinggulnya, dengan napas terengah-engah menghentakan kontol besarku serta Bu Vivi pasrah saja disetubuhi sedemikan rupa, pantat wanita itu telah punya kebiasaan terima sodokanku.

Terlebih dengan perasaanah pantat Bu Vivi menyeimbangi goyangan dari bawah dengan arah berlawanan, sampai menyebabkan sensasi sendiri untuk ke-2 manusia itu.

Bu Vivi mendesah nikmat serta tanpa ada sadar ia meracau ” Oh besar sekali punyamu Pak Ujangggg… Uggghhh…. Oooh… yeah.. “. Saya dengan gencar mengocok kontolku di dalam vagina yang mulai basah itu. Di beda pihak, Saya saat ini asik menyusui payudara kiri Bu Vivi. Kusedoti pentil Bu Vivi yang sudah tegak berdiri kadang-kadang dari pentil itu keluar air susunya, kadang-kadang lidahku menyapu dengan memutar di puting majikanku yang seksi ini.

Ia yang saat ini telah terlepas dari perasaan takut juga akan suaminya, saat ini dengan terlepas mengerang, merintih bahkan juga bertemura keras nikmati hujaman untuk hujaman kontolku yang menggagahi memeknya berkali-kali. ” Pak Ujang yang baik…….. entoti Cinta, Pak Ujang……. Entoti yang keras……….. gunakanlah Cinta sesukamu, Pak Ujang…… gagahi Cinta selalu……. Tusukkan kontolmu keras-keras di memek Cinta……… aaaaahhhhhh……….. selalu, Pak Ujang…… selalu, sayaaaaang…….. janganlah berhenti……. “.

Kamar tidur yang semestinya jadi peraduan Bu Vivi serta suaminya saat ini dipenuhi nada erangan serta seruan kesenangan ibu muda yang seksi ini ditambah dengan nada selangkangan yang beradu.

Memek Bu Vivi pancarkan bau badan wanita yang tengah birahi diluar itu aroma ketiaknya juga memperjelas bau badannya itu, terlebih sesudah sebagian menit ia berkeringat deras. Saya juga saat ini mandi keringat.

Bau badanku serta bau badan majikanku membaur serta kuasai kamar Bu Vivi. Kamar ini saat ini penuh dengan aroma sex. Saya bisa rasakan badanku keluarkan peluh, sesaat badan Bu Vivi juga telah licin karna basah oleh keringat juga. Keringat kami saat ini bercampur sama-sama melekat di kulit semasing.

Badan Bu Vivi memanglah di buat untuk kuentot. Badan Bu Vivi merasa halus serta empuk serta hangat, sesaat memek Bu Vivi terasanya begitu cocok untuk kontolku. Seolah-olah kontolku sudah masuk satu cetakan yang pas sekali ukurannya. Saya terasa melayang-layang di langit ke-7, saya benar-benar nikmati persetubuhanku dengan Ibu muda yang cantik ini.

Bau badan Bu Vivi senantiasa memabukkan diriku, saat ini memek Bu Vivi juga jadi suatu hal yang seperti candu bagiku. Saya terasa akan tidak sempat jemu ngentotin Bu Vivi.

Mulutku saat ini kembali menelusuri tiap-tiap jengkal payudara Bu Vivi. Segalanya yang bisa kulakukan untuk rasakan kulit payudara Bu Vivi sudah dikerjakannya. Menjilat, menyedot, mengecap, mencupang bahkan juga menggigit perlahan-lahan sudah kulakukan pada payudara putih mulus serta montok itu.

Sesudah payudara kiri Bu Vivi itu sudah habis kujelajahi, meninggalkan sisa cupang disana sini serta air liur yang bercampur dengan keringat kami, Saya lanjut mengeksplorasi payudara Bu Vivi yang satu sekali lagi.

Bu Vivi terasa bahagia sekali. Ia pada akhirnya bisa terkait tubuh denganku tanpa ada takut apa-apa sekali lagi. Berita wafatnya suaminya memberikan perasaan euphoria untuk Bu Vivi.

Saat ini ia tidak menahan-nahan nafsunya sekali lagi tetapi melepas semua birahinya denganku. Sudah satu tahun Bu Vivi hidup tanpa ada dijamah lelaki, saat ini yaitu waktunya untuk menukar semuanya saat yang lewat dimana tidak ada belaian pria baginya. Saat ini, tukang kebunnya pria yang baru saja masuk dalam kehidupannya, jadi pemuas birahi baginya.

Bu Vivi serta diriku jadi satu. Tak ada penghambat satupun diantara kami. Ke-2 organ intim kami jadi satu, kirim bebrapa tanda kesenangan ke semua badan, mematikan semua logika di otak serta menghapus nada hati. Ku medekap Bu Vivi dari atas, memeluk seakan tidak ingin melepas wanita cantik itu.

Serta Bu Vivi juga tidak kalah, tangannya memeluk bahuku yang menindihnya serta kadang-kadang mencakar punggungku, yang terlebih rasakan sensasi sendiri dengan cakaran kuku Bu Vivi di punggungnya. Serta lidahku selalu repot menciumi serta menjilati leher sampai telinga Bu Vivi, sembari selalu menyodok dari atas.

Tangan saya mengunci ke-2 tangan Bu Vivi lewat cara mengapit lengan Bu Vivi dengan lenganku yang berotot. Sesaat ke-2 paha Bu Vivi sudah terkangkang sampai semakin mempermudah penis saya hilir mudik menggenjot vaginanya.

Dengusan yang terdengar dari mulut Bu Vivi tiap-tiap rasakan genjotannya itu semakin membuatku terpacu untuk percepat pergerakannya pinggulku. Nada berkecipak terdengar setiap saat tubuhku mengenai tubuh Bu Vivi, di sela-sela desah serta eranganya.

Majikanku yang seksi ini merintih serta mengerang demikian jalang rasakan kesenangan yang ganas serta liar. Semua tubuhnya merasa dirundung kegelian, kegatalan yang buat otot-ototnya menegang. Kewanitaannya merasa kenyal menggeliat-geliat, menghadirkan kesenangan yang tidak terlukiskan.

Dengan mata merem melek, Ibu muda ini mengerang serta merintih penyerahan sekalian pengesahan atas datangnya puncak birahi yang tidak terperi Iapun memelukku erat-erat pada ke-2 tangan serta kakinya sembari berkata, ” Cinta sampeeeeeeeee…………………………….. Pak Ujangggggggggggggg…….. ” Dinding vagina Bu Vivi berkedut-kedut seolah mulut yang buka tutup.

Tangan saya mengunci ke-2 tangan Bu Vivi lewat langkah mengapit lengan Bu Vivi dengan lenganku yang berotot. Sebentar ke-2 paha Bu Vivi telah terkangkang hingga makin memudahkan penis saya hilir mudik menggenjot vaginanya.

Dengusan yang terdengar dari mulut Bu Vivi masing-masing rasakan genjotannya itu makin membuatku terpacu untuk percepat gerakannya pinggulku. Suara berkecipak terdengar setiap waktu badanku tentang badan Bu Vivi, di sela-sela desah dan eranganya.

Majikanku yang seksi ini merintih dan mengerang sekian jalang rasakan kesenangan yang ganas dan liar. Semuanya badannya terasa dilanda kegelian, kegatalan yang buat otot-ototnya menegang. Kewanitaannya terasa kenyal menggeliat-geliat, mendatangkan kesenangan yg tidak terlukiskan.

Dengan mata merem melek, Ibu muda ini mengerang dan merintih penyerahan sekalian pengesahan atas datangnya puncak birahi yg tidak terperi Iapun memelukku erat-erat pada ke-2 tangan dan kakinya sambil berkata, ” Cinta sampeeeeeeeee…………………………….. Pak Ujangggggggggggggg…….. ” Dinding vagina Bu Vivi berkedut-kedut seakan mulut yang buka tutup.

Rupanya kontolku sudah masuk demikian jauhnya serta hingga di rahim Bu Vivi. Waktu itu saya bisa rasakan badan Bu Vivi, terlebih pinggul ke bawah bergetar seolah menggigil, lubang vagina Bu Vivi mencengkram batang kontolku dengan kuat sekali, waktu tersebut kulepaskan pejuku didalam rahim Bu Vivi.

” lobang memek Non Cinta pepet bangeeeeeeeeeeet…….. Saya ngecrooooooot……………. Saya ngecrotin Cintaaaaaaaaaaa……….. terima maniku, Nonnnnnnnnnnnn…………………. ” Bu Vivi terkulai lemas di bawah badanku, yang mendekap badan Bu Vivi dari atas. Kami berdua tampak mengatur nafas kami yang ngos ngosan karena bertempur.

Bu Vivi yang terasa betul-betul terpuaskan olehku memeluk erat badan kekarku sampai ke-2 payudaranya menempel di dada berototku. Saya sudah buat sukmanya terasanya terbang keawang awang serta badan kami berdua sudah bersimbah keringat birahi.

Bu Vivi menciumi ubun ubunku dengan perasaan senang tidak ada kentara. Badannya merasa licin karena keringatnya bercampur keringatku. Sesaat penisku masih tetap bersarang didalam gua kenikmatannya, Ibu muda yang seksi ini menginginkan benda itu tetaplah di sana, hingga rasa hangat yang menghantam rahimnya itu hilang.

Kehidupan Bu Vivi saat ini berlainan, saat ini ia yang bahagia luar dalam. Meskipun tidaklah terlalu mengetahui almarhum suaminya, saya berterima kasih karna saat ini badan Istrinya yang seksi dapat kurasakan kapanpun serta dimana saja.

Related Post