Cerita mesum

Kumpulan cerpen sex paling lucu super gokil Humor Seks | Ngakak Gilak

Cerita mesum – Karena rumah sempit, suami isteri tidur sekamar ama anak perempuan yang masih kecil, Kalo mau hubungan, supaya aman, suami mencabut selembar rambut anaknya. Kalau ga ada reaksi berarti aman.
Suatu malam dicabutnya selembar… diam…
berarti tidur pulaas.
Paginya, suami mandi sambil bernyanyi:
“Semalam enak… semalam enak… semalam enak…”
Isteri di dapur jawab sambil nyanyi: “Ntar malam lagi… Ntar malam lagi…”
Eeehhhh anaknya lewat sambil nyanyi juga:
“Lama lama botak… lama lama botak… lama lama botak…”

Dua sperma berlomba untuk mencapai sel telur.
Setelah satu menit, sperma satu bertanya kepada yang lain,
“Hei, berapa lama lagi kita mencapai ovarium?”
Jawaban yang lain, “Terus berenang, kita bahkan belum sampai amandel!!”
wkwkwk
lewat jalur mana tuh adek gw..

Seorang pemuda berkata kepada seorang gadis,
“Jadi, seks di tempatku?”
“Ya!”
“Oke, tapi aku tidur di tempat tidur dengan adik laki-lakiku, dan dia pikir kita membuat sandwich,
jadi kita harus memiliki kode. Keju berarti lebih cepat dan tomat berarti keras, oke?”
Kemudian gadis itu berteriak, “Keju keju, tomat tomat!”
Adiknya kemudian berkata, “Kalian berhentilah membuat sandwich!
Ini banyak mayonaise berceceran di seluruh tempat tidur!”

Anak : “Bu… aku telah dinodai.”
Ibu : “Gpp… BERANI KOTOR ITU BAIK LHO.”
Anak : “Tapi bu… bagiku hal ini makan hati.”
Ibu : “Apapun makanannya minumnya TEH BOTOL SOSRO.”
Anak : “Ibu gimana sih.? terus gimana dengan nama baik keluarga kita.?”
Ibu : “Biarin… 😛 yang penting MINTZ.”
Anak : “Tapi nanti perutku tambah gede bu…!!!”…
Ibu : “Gede sihh…!!! TAPI RELA BAGI – BAGI…???”
Anak : “Ibu keterlaluan… aku mending bunuh diri aja biar…..”
Ibu : “Jangan… NGGAK ADA LHO NGGAK RAME.”
Anak : “Ibu Gw Korban Iklan.”

Baca Juga: Sex Bertemu Dengan Tangan Jahil

================================================

Guru : “Rom, apa arti F, C, R dan K?”
Tarom : “(Setelah berpikir cukup lama) Tidak tahu pak…”
Guru : “Dasar bodoh! itu adalah Farenheit,
Celcius, Reamur dan Kelvin.”
Tarom : “Kok bisa?”
Guru : “Lihat saja buku paketmu!”
Murid-murid : “Hhuuuuuuu……!”
Mulai hari itu Tarom berencana untuk balas dendam. Suatu hari waktu membaca buku porno milik pak guru yang dia sembunyikan, Tarom mendapat ide,
“Siiiip… kebetulan besok ada Fisika!”, pikirnya. Keesokan harinya.
Tarom : “Pak, bapak kan sering memberi
pertanyaan pada saya, sekarang gantian saya yang memberi pertanyaan pada bapak, bagaimana?”
Guru : “siapa takut!”
Tarom : “Tolong jabarkan (A-AH)(DI/CosA)(1X)(-TA)(2X)”
Guru : “Memangnya rumus apaan tuh!!!…”
Tarom : “Bapak nggak tahu kan?”
Guru :(Menggelengkan kepala)
Tarom : “Itu sih kecil.. Rumus itu penjabarannya
“AMINAH DIPERKOSA 1X MINTA 2X”
Guru : “Kok bisa???”
Tarom : “Lihat aja dibuku porno bapak…!!!”
Guru : “GEEEERRRRR!!!…”

Dua orang bandar judi sedang menanti pelanggannya untuk bertaruh di meja judinya.
Tidak berapa lama kemudian datanglah seorang perempuan yang sangat menarik.
Ia mampir sebentar ke meja judi itu dan memasang lima juta, semua uangnya untuk satu kali lemparan dadu. Bandar itu tentu saja setuju.
Kemudian perempuan itu berkata, “Saya harap Anda tidak keberatan jika saya melakukannya dengan setengah telanjang. Karena ini akan membuat saya beruntung!”
Kedua bandar itu mengangguk. Perempuan itu membuka celananya, telanjang dari pinggang kebawah. Kemudian ia meniup dadu dalam tangannya dan melemparkan.
“Yak! Saya menang! Saya menang!” teriaknya kegirangan sambil berloncatan dan memeluk kedua bandar itu.
Perempuan itu segera mengenakan lagi celananya, memungut uang pembayaran dan segera berlalu dari tempat itu.
Kedua bandar saling pandang dengan muka bodoh. Kemudian salah seorang menanyakan kepada yang lain, “Menurutmu, apakah benar dadu yang ia lemparkan cocok dengan tebakannya?”
“Saya tidak tahu! Saya kira kamu memperhatikan angka dadu yang keluar!

Suatu hari seorang ibu setengah tua mengadakan pesta perkimpoian tiga anak gadisnya. Tengah malam setelah pesta perkimpoian usai, si ibu kebelet kencing.
Waktu ke WC, lewat kamar si Eka. Dia berhenti sejenak .. lambat-lambat dia mendengar jeritan dan tangisan dan rintihan-rintihan juga erangan yang cukup jelas.
Si ibu lalu manggut-manggut saja sambil tersenyum mengenang masa lalu.
Lewat kamar si Dwi dia mendengar suara tawa cekikikan dan canda diiringi juga dengan erangan bahagia. Si ibu pun manggut-manggut saja mengenang masa lalu.
Lalu dia melewati kamar si Tri…, lho tak terdengar suara apapun. Hanya suara emm.. emm itupun jarang dan tak jelas.
Kali ini si ibu tidak manggut-manggut lagi, tapi langgsung ke WC, kencing dengan kening berkerut
kenapa yach kok saya dulu tidak pernah seperti itu di malam pengantin.
Keesokan harinya sambil sarapan, ibu ini bertanya pada ketiga anaknya:
Ibu: “Eka, kenapa tadi malam kamu menangis?”
Eka: “Kan ibu pernah bilang, TIDAK BAIK BERPURA- PURA, kalau merasa sakit yah menangis saja.”
Ibu: “Oh, begitu.. kamu anak yang baik turut nasehat orang tua..”
Ibu: “Kamu Dwi, kenapa tadi malam kamu tertawa-
tawa?”
Dwi: “Kan ibu pernah bilang, TIDAK BAIK BERPURA-PURA, kalau merasa geli yah tertawa saja.” (tak mau kalah)
Ibu: “Oh, begitu.. kamu anak yang baik turut nasehat orang tua..”
Ibu: “Terus kamu Tri, kenapa tadi malam kamu koq diam saja?”
Tri: “Kan ibu juga kan sudah sering bilang, TIDAK BAIK BICARA KALAU MULUT SEDANG PENUH..”

Astaga! Saat sedang kimpoi dan hampir saja mencapai klimaks, mendadak Johan Podomoro mendapat serangan jantung. Nyawanya tak tertolong lagi.
Sebelum tiba di rumah sakit, ia telah menghembuskan napasnya yang terakhir.
Keesokan harinya, istrinya ditelepon oleh petugas pemakaman.
Petugas itu mengatakan bahwa alat vital Johan Podomoro tak kunjung turun dan masih tetap berdiri tegak. Ia minta saran sang istri apa yang
sebaiknya dilakukan karena hal itu nanti akan terlihat jelas. “Bisa-bisa membuat kegaduhan di antara tamu yang melayat,” katanya.
“Potong saja dan masukkan ke anusnya,” sergah wanita itu. Petugas pemakaman setuju, memang inilah cara yang paling baik.
Saat upacara pelepasan jenazah, para kerabat dan pelayat mengatakan kepada istri Johan bahwa mereka melihat ada airmata di kedua sudut mata almarhum.
“Ah, nggak apa-apa. Menurut petugas pemakaman itu adalah hal yang wajar,” kata istrinya santai, dan berusaha menutupi masalah yang terjadi.
Begitulah, upacara berjalan dengan baik sampai saatnya peti jenazah akan ditutup. Ketika semua pelayat telah keluar, nyonya Johan mendekati peti jenazah dan berbisik di kuping suaminya, “Kamu rasa Sakit kan? kalau masuk ke anus…!”

Tags: