Cerita Mesum

Cerita Mesum – Perselingkuh Dokter Dengan Suster

Cerita Mesum – namaku Oktaviani, orang-orang memanggilku Ani. Aku bekerja sebagai perawat disalah satu rumah sakit yang ada kota kecil di Jawa Barat. Kota ini memang kecil dan jarang sekali pasien yang dirawat lama disini, kebanyakan mereka dirujuk ke rumah sakit yang lebih lengkap peralatannya.

Sebelum aku memulai cerita dewasa perselingkuhan ini, perlu diketahui tinggi tubuhku 165cm dgn berat badan 48kg, wajahku lumayan cantik dengan kulit kuning langsat, ukuran payudaraku ga begitu besar juga ga begitu kecil, hanya saja bila aku memakai pakaian ketat atau mini, semua mata yang memandang pasti akan bernafsu dan terangsang gairah seksualnya.

Sebut saja dia dr. Dewa, wajahnya lumayan tampan, sudah beristri namun belum mempunyai anak, mungkin karena dia lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit. Dia juga merupakan idola para perawat disini, wibawanya dan tutur katanya membuat semua perawat mengaguminya.

Kisah sex nyata ini terjadi kira-kira 2 tahun yang lalu. Waktu itu aku kebetulan mendapat giliran jaga malam, padahal besok harinya itu hari libur karena bertepatan dengan tanggal merah. Saat itu pasien di rumah sakit sangat sedikit dan biasanya setelah jam 9 malam, rumah sakit sudah sepi, mungkin karena letaknya juga jauh dari pusat kota, lebih termasuk ke pinggiran kota.

Baca Juga: Cerita Dewsa Melumat TOKET GEDE Ibu Mertua

Setelah aku mengecek kamar pasien yang di diami beberapa pasien, aku segera membereskan pembukuan, setelah itu aku masuk ke dalam ruang perawat dimana biasanya perawat berkumpul, beristirahat, dan juga berganti baju seragamnya.

Karena lelah aku duduk sejenak di kursi empuk yang tidak ada pegangan tangannya. Entah karena lupa atau karena lelah aku tidak mengunci pintu, aku melepaskan sepatu pantovelku yang sudah membuat kakiku sangat pegal, aku menyandarkan kepalaku di kursi. Tapi tiba-tiba saja dari belakang ada yang menyentuh pundakku serasa akan memijitnya, aku kaget dan langsung bangkit dari kursi, dan ternyata dia dr. Dewa

“Dr. Dewa” ucapku kaget.
“Kamu kelihatannya capek sekali” katanya lembut.
“Iya nih dok” jawabku.

Kemudian dr. Dewa duduk di kursi yang aku duduki tadi dgn terus memandangiku, aku hanya berdiri diam di depannya. Entah kenapa saat dr. Dewa menatapku jantungku serasa berdegub kencang. Apalagi saat dia berkata,

“Mau aku pijitin ga sus?”
“Ah dokter bisa aja” jawabku sembari hendak beranjak melangkah, tapi kemudian, tiba-tiba saja tanganku ditarik oleh dr. Dewa dan aku terjatuh tepat dipangkuannya.

Dia kemudian memelukku dgn erat dari belakang hingga aku tak bisa melepaskan pelukkannya, walopun sebenarnya aku juga senang dengan apa yang dia lakukan padaku saat itu. Dia mulai mencium leherku dari belakang, desah nafasnya dan ciumannya membuat birahiku naik.

Kemudian ciumannya berganti ke bibirku, aku yg sudah terbedanya tak hanya tinggal diam, aku membalas ciumannya itu, lidah kami saling beradu, saling mengulum satu sama lain. Entah setan apa yang merasukiku malam itu, bagiku semuanya terasa sangatlah indah. Tak terasa tiba-tiba tangannya sudah mulai meraba dadaku, dibukanya kancing seragam susterku itu, hingga beberapa kancingnya terbuka dan mencuatlah buah dadaku yang masih terbungkus BH. Lalu dikeluarkannya buah dadaku dari dalam BH, sesaat dr. Dewa menelan ludah melihat buah dadakuku.

“Oh Ani ternyata kamu memiliki toket yg sangat” pujinya sembari mengusap putingku. Aku hanya bisa mendesah pelan,
“Aahhhh dokter suka dgn toket saya ya?” tanyaku.

Tanpa menjawab dia langsung mengulum dan menjilati buah dadaku dengan penuh nafsu, seperti bayi yang sedang menyusu kepada ibunya. Aku menikmati semuanya yg dia lakukan padaku, sembari tangannya mulai bergerak menuju ke bawah perutku, dibukanya kedua kakiku lebar-lebar, hingga rok mini seragamku itu pun terangkat ke pahaku. aku mengangkang diatas pangkuan dr. Dewa, dgn aku masih tetap memunggunginya.

Dr. Dewa memainkan jarinya di bibir vaginaku, membuatku benar-benar melayang, kemudian dia lanjutkan dengan memasukkan jari tengahnya ke dalam lubang vaginaku, sentuhan dan sodokan jarinya membuat vaginaku mulai basah.

Rupanya dr. Dewa tau kalo aku ingin segera dipuaskan, dia lalu menghentikan permainan jarinya. Dia menyuruhku duduk menghadap dia, aku pun kini berlutut dihadapannya. Dr. Dewa membuka celananya nampaklah batang tongkolnya yang sudah berdiri keras, rupanya dia juga ikut terangsang tadi, dia menyuruhku untuk mengulum tongkolnya, mulanya aku takut dan jijik, karena ini baru pertama kali buatku, tapi dengan sabar dia menuntunku, yang akhirnya dia pun mulai merasakan hisapan dan jilatan mulutku. Kujilat dan kusedot kepala tongkolnya hingga membuat dia kelojatan.

Setelah beberapa saat, tiba-tiba dia menyuruhku menghentikannya dan memintaku untuk duduk menghadapnya, aku pun menurutinya. Dr. Dewa menurunkan CDku, lalu dia memintaku untuk memasukkan batang tongkolnya ke dalam lubang vaginaku.

“Tapi dok, aku takut, aku masih perawan” ucapku.
“Gapapa sayang aku kan membimbingmu, awalnya memang sakit tapi nanti lama kelamaan juga enak kog” jawabnya sambil menciumku untuk menenangkanku.

Setelah cukup tenang, dia mulai perlahan memasukkan tongkolnya ke dalam lubang vaginaku,

“Auuugghh….aaahhh…” jeritku menahan sakit dan perih.

Dr. Dewa memang sangat luar biasa, karena takut menyakitiku dia pun sangat halus dalam melakukannya, dia memasukkan btang tongkolnya inchi demi inchi, dan akhirnya “Bleeessss….” batang tongkol dr. Dewa telah masuk semua ke dalam vaginaku. Namun dia tidak lantas menggenjot vaginaku, dia justru membuatku seperti dimanjakan, menciumiku, memainkan ptoket dan putingku, dan secara perlahan dia menggerakkan badannya naik turun, membuat batang tongkolnya juga ikut bergerak menusuk vaginaku.

Sesaat kurasakan darah keperawananku mengalir ketika dr. Dewa mendorong badannya dengan keras, dan membuat tongkolnya menusuk terlalu dalam, aku hanya bisa menjerit

“Aaah……sa..kittt… dok” rintihku.
“Gapapa Sayang, tahan sedikit, entar lagi juga enak koq sayang” balasnya.

Akhirnya selang beberapa menit kurasakan ada yang menjalar hebat di dalam tubuhku, saat dr. Dewa mempercepat gerakannya menusuk vaginaku, dan

“Aaah…dokter Ani rasanya pingin pipis niiihhh….aaahhh….” ucapku.
“Keluarin aja sayang, itu bikin kamu lebih enak” ucapnya, dan
“Aaahhhh…oohhh….enak doookkk….” teriakku. Tubuhku mengejang hebat, kurasakan ada cairan yang mengalir keluar hingga sepertinya membasahi pahaku.
“Enak kan Ani sayang?” ucap dr. Dewa.
“Iya dok… dr. Dewa pinter banget bikin aku orgasme, dan itu adalah orgasmeku yang pertama” ucapku.

Kemudian dr. Dewa menyuruhku berdiri, dgn sedikit menungging. Aku menghadap ke meja yang ada di depanku, kemudian dr. Dewa memasukan dan menggenjotkan batang tongkolnya dari belakang dan ini membuatku sungguh melayang. Benar-benar dokter yang hebat, pikirku dalam hati.

Dia terus menggenjotku, gerakannya semakin cepat, aku tahu kalo dia sebentar lagi juga akan meraih klimaks nya,

“Mau dikeluarin dimana sayang?” tanyanya.
“Di dalam aja dok, aku lagi gak masa subur koq, lagian aku juga pingin tau rasanya dimasukkin sperma dokter” ucapku waktu itu. Dan akhirnya “Crooot.. crooot..crooott…” sperma dr. Dewa keluar, mungkin karena banyak hingga keluar pula dari vaginaku dan menetes di lantai.

Dr. Dewa kemudian memelukku dari belakang dan mencium bibirku, aku pun membalasnya, kami saling melumat dan setelah itu kami pun membenahi diri kami, aku pun membersihkan ceceran sperma di lantai sementara Dr. Dewa duduk di kursi beristirahat sejenak. aku segera merapikan pakaianku lagi, kami juga sempat melakukan beberapa kali frenchkiss sebelum akhirnya dr. Dewa keluar dari ruangan itu.

Malam itu benar-benar malam yang sangat indah buatku. Dan setelah malam itu pun kami sering melakukannya tanpa di ketahui oleh suster yang lain, karena kami selalu berpura-pura tidak pernah terjadi apa-apa di hadapan orang lain.

Skandal perselingkuhan itu terjadi selama 3 tahun aku bekerja di rumah sakit itu, dan kini aku sudah pindah juga telah mempunyai seorang suami dan seorang anak, tapi tetap saja aku selalu merindukan saat-saat indah bersama dr. Dewa, dokter yang mengajariku sex dan merenggut keperawananku pertama kalinya.

Related Post